Kamis, 13 Oktober 2016

Contoh Bussines Plan


BAB I

PENDAHULUAN
 

A.Latar Belakang

Saat ini permintaan ikan air tawar naik cukup tinggi untuk kebutuhan dalam maupun luar kota.untuk kebutuhan dalam kota saja sudah kualahan,hal ini di karenakan hasil ikan laut tidak bisa dipastikan hasilnya karena pengaruh dari cuaca dan kondisi laut yang sekarang sudah tercemar sehingga untuk mencari ikaan laut agak susah,sedangkan permintaan akan ikan terus meningkat.
Faktor lain yang memegang peranan penting atas proyek ikan lele adalah rasa dagingnya yang khas dengan kaandungan omega padat dan gizi yang cukup tinggi,sehingga sering dijadikan sebagai sumber prote’in yang murah dan mudah didapat,serta memiliki harga jual yang terjangkau oleh masyarakat.
Oleh karena kepopulenya itu membuat ikan lele memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan.

B.Tujuan
-Memenuhi kebutuhan masyarakat akan hasil perikanan
-Berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian terutaman dikalangan masyarakat menengah kebawah, dengan timbulnya usaha usaha derivative dan kemitraan yang melibatkan masyarakat, sehingga pada akhirnya akan mampu mengurangi pengangguran.

C. Analisa SWOT
1. Strength (Kekuatan) dari usaha ini antara lain,
a. Dibutuhkan oleh semua masyarakat
b. Pertumbuhan ikan lele yg cepat usia 4 bulan sudah bisa di pasarkan.
c. Pendistribusian yang cepat, karena setiap daerah ada pasar
2. Weakness (Kelemahan) dari yang telah saya teliti ialah,
a. Apabila bibit baru di masukan ke kolam biasanya ada yg mati di karenakan proses adaptasi.
b. Sudah banyak pengusaha lain di bidang usaha yang sama
3. Opportuniti (Peluang)
a. Banyaknya tempat pemasaran, seperti pasar,restoran,pedagang pecel lele, dll.
b. Fasilitas/transportasi sudah memadai dalam proses pendistribusian produk.
4. Treath (Ancaman)
a. Ada banyaknya pesaing yang bergerak di bidang usaha yang sama
b. Persaingan harga yang tidak sehat 


BAB II 

TENTANG PERUSAHAAN


A. Nama Perusahaan
Usaha ini saya beri nama “Budidaya Ikan Lele Najung”. Saya berkeyakinan sangat tinggi dengan keberhasilan bisnis ini, dimana setelah mempertimbangkan segala sesuatu nya, keyakinan akan bisnis ini menjadi bisnis besar sangat tinggi.

B. Jenis Perusahaan

Sebagai bentuk awal dari usaha ini adalah usaha budidaya. Seiring dengan suatu motivasi untuk tumbuh berkembang, pengusaha dalam waktu dekat akan menjadikan usaha ini sebagai usaha yang berbentuk Usaha Dagang (UD) yang berbadan hukum yang sah dan kuat.
Berdasarkan perencanaan ini, maka akan dibutuhkan waktu sebagai proses teknis pelaksanaan usaha. Disini pengusaha sudah memberikan target yang harus dicapai dalam satu tahun kedepan. Target itu dimulai dengan usaha budidaya, dan target enam (6) bulan usaha adalah terbentuknya Usaha Dagang (UD), dan dalam satu (1) tahun.

C. Lokasi Perusahaan

Usaha “Budidaya Ikan Lele Najung” berlokasi di kawasan Purworejo, tepatnya di Desa Kaliwungu Kidul, Kecamatan Ngombol. Usaha ini sebagai permulaan didirikan di lahan sawah yang tidak produktif lagi, dengan luas tanah 10 are. Kawasan ini akan diusahakan untuk pembuatan 30 kolam ikan, dengan luas rata-rata kolam ± 12 meter per kolam. Kapasitas yang direncanakan untuk setiap kolam adalah 1.000 sampai 2.000 ekor ikan.


BAB IV
PELAKSANAAN USAHA


A. Teknis Pembuatan Kolam.
Kolam, sebagai tempat utama budidaya lele, dibuat secara efektif dan
efisien. Dalam usaha ini direncanakan adanya kombinasi antara kolam tanah
dengan kolam terpal. Kolam tanah akan dibuat 8 kolam,. Sedangkan sisanya akan dibuat kolam terpal, sebanyak 12 kolam.
-Kolam terpal.
Suatu teknologi yang murah dan gampang diterapkan, adalah pembuatan kolam dengan menggunakan terpal. Kolam terpal dibuat rata-rata dengan luas 12 meter persegi, dan memerlukan terpal dengan ukuran 4 x 5 meter. Kolam terpal ditujukan untuk budidaya dari bibit lele, sampai berusia sekitar 2 bulan. Ini bertujuan untuk mempermudah dalam proses pensortiran, dimana lele memiliki sifat kanibalisme yang tinggi, sehingga harus selalu dikontrol kemerataan pertumbuhan lele tersebut. Yang kecil akan dimakan oleh yang besar.
Pensortiran dilakukan paling tidak 3 kali selama masa panen.
-Kolam tanah
Kolam tanah ditujukan untuk ikan lele yang sudah tidak memerlukan tahap pensortiran, yang sudah berumur antara 2 bulan keatas. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan treatment khusus kepada lele yang akan dijual, dimana situasi mirip dengan keadaan alamiahnya, sehingga memaksimalkan pembesarannya.

B. Pengairan

Secara topografi, letak atau lokasi usaha budidaya adalah disamping saluran irigasi persawahan. Sehingga ini menjadi tempat yang sangat ideal untuk pembangunan kolam. Selain tidak akan kekurangan air, juga akan terbebas dari Banjir, karna memiliki sedikit kemiringan dan ketinggian yang ideal, dan saluran pembuangan air yang bagus. Untuk kelancaran dan efisiensi waktu, digunakan satu mesin sanyo. Untuk kolam tanah, akan digunakan system air mengalir.

C. Pakan

Dalam usaha agribisnis ini akan menggunakan pellet sebagai makanan utama. Setelah berusia kurang lebih dua bulan, akan diberikan kombinasi makanan,yaitu dari
jeroan ayam dan roti.
Untuk analisa jumlah pakan yang dibutuhkan dapat dilihat dari ilustrasi
dibawah
Harga pellet per sak (30 kg) adalah rata-rata Rp. 225.000, atau Rp. 7.500/ kg
Harga jeroan ayam Rp. 2.000/ kg
Harga roti Rp 1.000/ kg
Untuk menghasilkan 1 kilogram daging lele siap panen, diperlukan 0.8 kilogram
pakan. Apabila hanya menggunakan pellet, maka akan dibutuhkan pakan sebesar:
Jumlah pakan untuk produksi 50.000 ekor lele    = hasil / kilogram dibagi 0.8                    
                                                                              =  5.714 x 0.8=4.571 kg
                                                                              = 4.571 kg x Rp. 7.500
                                                                              = Rp. 34.282.500
Jadi, dari ilustrasi diatas, dibutuhkan Rp. 34.282.500 untuk memproduksi
50.000 ekor lele.
Dalam prinsip untuk memaksimalkan hasil usaha, maka keputusan untuk mengkombinasikan pakan akan menjadi jalan yang terbaik, yaitu dengan
mengkombinasikan 50% pakan dengan pakan non pellet. Untuk ilustrasi analisisnya
dapat dilihat dibawah ini.
Dari jumlah pakan yang diperlukan, yaitu 4.571 kg, digunakan pellet sebanyak 2.285 kg. sehingga,
Total biaya pakan pellet  = 2.285 kg x Rp. 7.500
                                         = Rp 17.141.500
Sedangkan untuk pakan non pellet adalah
Total biaya pakan non pellet  = 2.285 kg x Rp. 2.000
                                                = Rp. 4.570.000
Dari analisis ini, maka total pakan campuran yang diperlukan adalah Rp. 21.711.500.
Dari perbandingan pakan yang diberikan diatas, selisih yang dihasilkan sebesar
Selisih biaya pakan  = pakan full pellet–pakan campuran
                                 = 34.282.500–21.711.500
                                 = Rp. 12.571.000
Tentunya itu merupakan selisih yang sangat banyak yang mencapai 37% dari total biaya pakan murni pellet.

D. Manajemen Usaha

Dalam usaha “Budidaya Ikan Lele Najung” ini, selaku pemilik, Singgih Pamungkas, akan berpe ran aktif langsung selaku manajer dari perusahaan. Untuk regular harian, akan direncenakan diajak dua orang karyawan yang membantu kelancaran usaha.
Adapun rancangan biaya yang akan dikeluarkan adalah
Rp. 2.000.000 untuk dua pekerja/bulan
Rp. 2.000.000 untuk seorang manager.
Jadi total biaya tenaga kerja yang direncanakan adalah 4.000.000/ bulan.
Akan tetapi, untuk usaha yang masih sifatnya Inhouse Production(produksi budidaya sendiri) hanya membutuhkan satu orang karyawan. Satu tenagan lagi akan diperlukan setelah system kemitraan bisa berjalan, yang direncanakan dalam waktu enam bulan dari usaha dimulai.Jadi, untuk awal usaha budidaya diperlukan biaya tenaga kerja sebesar Rp.3.000.000/bulan.

 
Bab V
PEMASARAN


Dalam sebuah produksi, tentunya pasar adalah salah satu bagian yang sangatn penting. Dalam hal ini target pasar kami adalah :

A.Pasar Tradisional

Setelah dilakukan observasi pedagang menjual ikan lele dengan harga Rp 16.000,00-Rp 18.000,00 per Kg. Sedangkan mereka membeli kepada pengepul Rp 15.000,00 per kg.

B. Pedagang Pecel Lele

Setelah dilakukan observasi pedagang pecel lele  bisa menjual 500 ekor lele per hari ini merupakan pasar yg menjanjikan.

C. Pengepul dan Kolam Pemancingan

Dalam hal ini untuk kolam pemancingan juga sangat banyak yang memerlukan lele dengan berat yang lebih tinggi. Untuk segmen ini adalah segmen yang sangat mudah, tinggal mencari
atau menghubungi pembeli, maka mereka akan datang untuk membeli hasil budidaya.
Akan tetapi untuk harga mereka hanya bisa mengambil lebih murah dari harga
pasar, yaitu berkisar antara Rp. 11.000 sampai 13.000 per kilogram.

D. Rumah Makan dan Restaurant

Di daerah Purworejo sendiri terdapat ratusah restaurant dan rumah makan yangmenyediakan makanan lele. Ini adalah market segment selanjutnya yang juga sangat potensial. Pemasaran di segmen ini direncanakan dilakukan setelah terbentukkemitraan yang kuat, sebab untuk Inhouse Production belum cukup memenuhi kuantitas pasar.

 
BAB VI
ANALISIS USAHA


Untuk melihat kelayakan usaha budidaya lele mulia sari ini, maka diperlukan suatu
analisis kelayakan usaha, yang bisa dilihat pada analisis dibawah ini;

A. Investasi

-Sewa lahan 1 tahun seluas10 are = Rp. 1.500.000
-Biaya pembuatan kolam termasuk ongkos dan terpal @ Rp. 300.000
Total biaya kolam = Rp. 300.000 x 30 kolam
                              = Rp. 9.000.000
Total investasi awal yang diperlukan adalah Rp. 10.500.000

B. Biaya Tetap

-Biaya penyusutan lahan Rp 1.500.000/ 1 tahun = Rp 1.500.000
-Biaya penyusutan kolam Rp Rp. 9.000.000/ 3 tahun = Rp. 3.000.000
Jadi, total biaya tetap yang diperlukan dalam setahun adalah
Total biaya tetap = 1.500.000 + 3.000.000
                             = Rp 4.500.000

C. Biaya Variable

Biaya variable untuk 1 tahun diasumsikan untuk penebaran bibit sebanyak 3 kali per tahun, dengan masa panen 3 sampai 4 bulan, untuk setiap budidaya, dengan jumlah benih yang ditebar untuk setiap masa budidaya adalah 50.000 ekor, dan
dengan asumsi kematian dan kehilangan sebanyak 20%.

-Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 150.000 ekor, @ Rp 125
= 125 x 150.000
= Rp. 18.750.000/tahun

-Obat-obatan 30 unit @ 50.000
= 30 x 50.000
= Rp 1.500.000/tahun

-Pakan sesuai dengan analisis pakan sebelumnya yaitu Rp. 21.711.500/masa budidaya
= 21.711.500 x 3
= Rp. 65.134.500/tahun


-Alat perikanan 20 unit @ Rp 100.000
= 100.000 x 20
= Rp 2.000.000

-Tenaga kerja tetap
@Rp. 3.000.000/bulan
= 3.000.000 x 12
= Rp. 36.000.000

-Biaya lain-lain 12 bulan @ Rp. 150.000/bulan
= 12 x 150.000
= Rp. 1.800.000

Total biaya variable adalah:
= 18.750.000 + 1.500.000 + 65.134.500 + 2.000.000 + 36.000.000 + 1.800.000
= Rp. 125.184.500

D. Total Biaya

Dari uraian diatas, maka total biaya yang diperlukan untuk memulai usaha budidaya lele dalam 1 tahunadalah;
Total biaya
= Biaya tetap + Biaya Variabel
= 4.500.000 + 125.184.500
= Rp 129.684.500

E.Pendapatan

Dalam proses produksi yang dilakukan, seperti dalam analisis pakan di bab sebelumnya, dalam satu kali proses produksi dengan penebaran bibi 50.000 ekor, dan asumsi kematian 20%, maka akan dihasilkan 5.714 kg maka dalam satu tahun akan dihasilkan;
Produksi tahunan
= 5.714 kg x 3
= 17.142 kg per tahun.
Dengan harga jual diasumsikan Rp. 12.000 kep kilogram, maka;
Total penghasilan dalam 1 tahun
= 17.142 x 12.000
= 205.704.000
Jadi, total pendapatan bersih yang bisa diterima dari usaha budidaya lele ini adalah
Total nett pendapatan
= 205.704.000–129.684.500
= Rp. 76.019.500.
Dari analisis diatas dapat diketahui bahwa keuntungan bersih
yang akan diperoleh adalah Rp. 76.019.500.


BAB VII
KEUANGAN DAN MODAL


Dalam analisis diatas, modal yang diperlukan untuk produksi tahunan sebesar Rp 129.684.500. Akan tetapi untuk biaya variable, hanya diperlukan biaya untuk 3 bulan pertama, karna setelah itu akan ada pemasukan dari budidaya yang pertama, yang nantinya akan diputar. Rincian ini dapat dilihat pada ilustrasi dibawah:
Biaya tetap Rp 4.500.000
Bibit 3 bulan 50.000 x @125= Rp 6.250.000
Pakan Rp 21.711.500
Tenaga kerja Rp  9.000.000
Obat-obatan dan alat perikanan Rp 1.500.000
Lain-lain Rp 450.000
Total biaya yang diperlukan Rp 43.411.500

Karena keterbatasan akan modal pengusaha, maka direncanakan untuk melakukan pinjaman ke Bank sebesar Rp. 20.000.000 dengan pasa pinjaman 2 tahun. Apabila peminjaman menggunakan system bunga menetap 0.9% per bulan, maka pengusaha akan dibebankan bunga sebesar Rp. 180.000.
Dengan demikian maka laba tahunan akan dipotong beban bunga Bank, yaitu;
Total laba tahunan
= Rp 76.019.500–(Rp. 180.000 x 12 bulan)
= Rp. 73.859.500
Jaminan yang akan digunakan dalam melakukan pinjaman adalah jaminan
usaha, yaitu “Usaha Budidaya Ikan Lele Najung”

  
BAB VIII
ASPEK PERSAINGAN


Dalam setiap usaha yang dilakukan, pasti akan ada persaingan yang harus dihadapi.
Tentunya itu akan kembali kepada manajemen usaha itu sendiri, apakah mampu
bersaing dengan yang lain atau tidak. Dalam usaha untuk bisa bersaing, bahkan menjadi
pemenang dalam persaingan, pengusaha sudah membuat beberapa langkah strategis,
antara lain:

1.Melakukan pemasaran door to door
Pemasaran ini dilakukan dengan mencari langsung mereka yang membutuhkan produk lele segar, misalnya pedagang pecel lele, restaurant, warung makan, dan ke pedagang tradisional di pasar tradisional.

2.Mempertahankan pelanggan dengan system kualitas, kuantitas, serta kontinyuitas yang baik.
Hal ini merupakan basic atau dasar dalam menjalankan usaha. Dengan rasa puas yang didapatkan pelanggan, maka mereka akan menjadi pelanggan yang baik, dan bahkan bisa mendatangkan pelanggan baru, melalui pemaaran dari mulut ke mulut.

3.Pemasaran on spot.
Pemasaran ini dilakukan dengan menjual langsung hasil budidaya di tempat usaha, baik itu ke pengepul, maupun, ke pedagang -pedagang yang mau
membeli kelokasi, dengan pelayanan yang baik

4.Pembangunan kemitraan.
Usaha untuk perluasan usaha sehingga mampu bersaing dengan para competitor yang lainnya adalah menguatkan produksi, sehingga bisa kokoh dalam usaha.

5.Membangun relasi yang kuat.
Relasi merupakan salah satu factor yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Untuk itu, hubungan relasi akan terus ditingkatkan guna mendapatkan informasi yang jauh lebih cepat dari pesaing bisnis lainnya

Laporan Pendidikan Farmasi Dasar (AA)



Laporan Pendidikan Farmasi Dasar (AA)

Kelarutan
1. sangat mudah larut ; kurang dari 1
2. mudah larut ; 1-10
3. larut;10-305
4. sukar larut;100-1000
5. sangat sukar larut;1000-10.000
7. praktis tidak larut;lebih dari 10.000

Suhu penyimpanan
1.dingin ; lebih dsri 8
2.sejuk; 8 sampai 15
3.suhu kamar ; 15 -30
4.hangat ;30-40
5.panas ; lebih dari 40


1.tanggal dan tempat (inscription)
2.aturan pakai .;signature
3.paraf ;subcriptio
4.R/ ; invocation
5. nama obat ; ordination
Resep untuk pengobatan segera
Cito  ,urgent, statim, p.i.m ;periculum in mora ( berbahaya bila di tunda)
Komposisi resep menurut fungsi          
1.     Remidium  cardinal ;obat yang  berkhasiat utama
2.     Remidium ajuvans;obat bekerja bahan utama
3.     Corrigens ;zat tambahan ( warna rasa
Serbuk Sediaan

Pulvis : campuran kering bahan obat yang di haluskan
Kelebihaan ;
1.     Dokter leluasa dalam memilih dosis
2.     Lebih stabil untuk obat yg rusak oleh air
3.     Cocok untuk anak’
Kelemahan
1.tidak tertutup rasa
2. pada penyimpanan menjadi lembab
Jenis jenis serbuk
1.puvis  adspersorius; serbuk ringan
2. dentifricius ; serbuk gigi
3. sternutatorius; serbuk bersin
4        4.     Pulvis effervescent ;serbuk biasa yg di telan



Jumat, 30 September 2016

DESA KALIWUNGU KIDUL


           Desa Kaliwungu Kidul, yang termasuk wilayah Kecamatan Ngombol,Kabupaten Purworejo Sebelah timur Kaliwungu Kidul terletak desa Wonoroto dan Tunjungan, di sebelah selatan terpisah oleh bulak sawah,adalah desa Kesidan dan Kumpulsari. Sebelah barat desa Kaliwungu Kidul ada desa Awu-Awu. Di sebelah utara desa Kaliwungu Kidul ada desa Kaliwungu Lor dan desa Ringgit yg di pisahkan oleh sebuah sungai, warga sekitar menyebutnya Kali Lereng.
            Dipagi hari disaat fajar menyingsing, dalam keadaan cuaca yang cerah, bila kita berada dijalan-desa arah keselatan yang menghubungkan desa Kaliwungu Kidul dan Kumpulsari di tengah hamparan sawah yang luas berkilometer dan menatapkan pandangan kearah utara, akan nampak kebiruan sosok dua gunung kembar/ kakak-adik Sumbing dan Sindoro menjulang tinggi dilangit biru .
                        Dan bila pandangan diarahkan ketimur laut maka nampak deretan pegunungan Menoreh yang legendaris seakan mengawal keberadaan kabupaten Purworejo tercinta. Di belakang deretan pegunungan Menoreh itu menyembul tampil dua gunung sejoli Merbabu dan Merapi yang menyemburkan kukusnya abadi, layaknya sebagai suami isteri yang setia berdampingan “tekan sakbejating jaman”.
            Sekarang pandangan kita arahkan kebarat laut. Nun jauh disana, dikaki cakrawala Karesidenan Banyumas nampil lamat2 dengan gagahnya Gunung Slamet bersaput kabut pagi,gunung terbesar ditanah Jawa, dengan “pengiringnya” pegunungan Dieng kearah timur nyambung dengan gunung Sindoro-Sumbing.
            Malam hari didesa Kaliwungu Kidul mempunyai pesona sendiri. Dimulai dengan suara bedug dan adzan maghrib,desa bersiap memasuki suasana dunia malam. Pelopornya adalah suara jengkerik, orong2, kodok, macam2 walang, tokek diikuti suara kelelawar/codot/kalong dan berbagai burung malam,spt burung hantu, emprit gantil, gemak, kolik, bence dan burung2 malam lainnya yang bersahut2an menambah suasana misteri alam desa.
            Bila malam makin larut dan suasana makin hening, bintang bintang bertaburan dilangit terdengarlah sayup2 deburan ombak laut kidul terbawa oleh hembusan angin seakan membawa pesan tentang legenda keberadaannya Nyai Roro Kidul, penguasa laut selatan yang misterius.
            Menjelang pagi, suara kokok ayam jago mulai terdengar makin lama makin riuh dengan macam2 irama baik yang merdu maupun yang serak2 disusul suara bedug dan adzan subuh dari masjid -desa membangunkan mereka yang masih tidur untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid, ”sholat itu lebih baik dari tidur…”.Geliat alam desa mulai terasa,kicauan burung larwo/murai yang merdu mengawali kicauan burung pagi.
            Warga desa yang sebagian besar adalah petani sudah berangkat kesawah sebelum fajar menyingsing dengan memanggul peralatannya,cangkul,garu,luku,dan bagi yang memiliki kerbau menggiring kerbaunya sebagai teman untuk membantu mengerjakan sawahnya
            Demikian sekedar kenangan masa kanak2 tentang alam dan suasana lingkungan desa KALIWUNGU KIDUL. Aku merasa bersyukur dilahirkan di lingkungan alam demikian yang telah membekali aku dengan kenangan indah yang tak akan terlupakan sepanjang hidup.
                                                                               
     Bekasi, 30 September 2016
Singgih Pamungkas

Senin, 04 Januari 2016

Ustadz Yusuf Mansur: Sepuluh Cara Membuka Pintu Rezeki

Islam-Institute.com – Ada sepuluh cara membuka pintu rezeki, menurut penjelasan ustadz Yusuf Mansur. Beliau menjelaskan hal ini berdasar ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw. Sepuluh cara ini yaitu: perbanyaklah membaca Istighfar, tingkatkan taqwa kepada Allah Swt, bertawakkal kepada Allah, rajin beribadah, lakukan haji dan umrah, perbanyak sedekah, membantu penuntut ilmu, membantu orang lemah, dan berhijrah.
Dan berikut adalah penjelasan secara lebih luas oleh Ustadz Yusuf Mansur berdasar Ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw:

1. PERBANYAKLAH MEMBACA ISTIGHFAR

Allah swt berfirman: “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh: 10-12)
Al-Qurtubi berkata, “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu cara diturunkan rezeki dan hujan.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampun pada Allah), niscaya Allah menggantikan setiap kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” ( Abu Daud)

2. SELALU BERTAKWA KEPADA ALLAH

Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3).
Ibnu Katsir berkata, “Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan Nya dan meninggalkan apa yang dilarang Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar, serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam fikirannya.”

3. BENAR-BENAR BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH

Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh, seandainya kalian betawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung, mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang di petang hari dalam keadaan kenyang.” (Ahmad dan Tirmizi)

4. RAJIN BERIBADAH HANYA KEPADA ALLAH

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi keperluanmu. Jika kalian tidak lakukan yang sedemikian, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak aku penuhi keperluanmu (kepada manusia).” ( Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

5. LAKUKAN HAJI DAN UMRAH

Firman Allah swt, “Lakukanlah haji dan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur kecuali syurga.” (Ahmad, Tirmizi, dan An-Nasa`i).

6. MENJAGA HUBUNGAN SILATURAHIM

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya ia menyambung (tali) silaturahim.” (Bukhari).

7. BANYAK BERAMAL SEDEKAH

Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Robb ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya)’, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39).
Rasulullah saw bersabda dalam hadis Qudsi, “Wahai anak Adam, bersedekahlah, niscaya Aku memberi rezeki kepadamu.” (Abu Daud).

8. MEMBANTU “SAUDARANYA” DALAM MENUNTUT ILMU

Disebutkan sebuah kisah, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah saw. Salah seorang daripadanya mendatangi nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu pada nabi, maka Baginda saw bersabda, “Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (Tirmizi, Hakim).

9. BANYAK MEMBANTU KESULITAN ORANG LEMAH

Rasulullah saw bersabda, “Bantulah orang-orang lemah, karena kalian diberi rezeki dan ditolong lantaran orang-orang lemah di antara kalian.” (Muslim dan An-Nasa`i).

10. LAKUKAN HIJRAH (DARI MAKSIAT KE TAAT)

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Qs. An-Nisa`: 100).
Semoga kita bisa sama-sama mengambil manfaat dan diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukannya dengan istiqamah, sehingga Allah berkenan mengentaskan kita dari kemiskinan dengan dipermudahnya kita dalam mencari rezeki, amin….
  
Oleh Ustadz Yusuf Mansur 2015

Minggu, 24 November 2013

CERITA TAWASUL

3 Pemuda Dalam Goa

Oleh: Dr. H. M. Baihaqy, Lc MA – Ketua Ikadi Surabaya

Tiba-tiba pintu goa tertutup, tepat dimulut goa terdapat batu besar yang menutup pintu goa. Tiga pemuda yang sedang istirahat dari perjalanan jauhnya itu terbangun secara serentak. Betapa diri mereka terancam tidak dapat keluar, dan segera berusaha menyingkirkan batu besar itu sekuat tenaga, namun sia-sia.

Akhirnya, tiada jalan lain kecuali bermohon dan bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang menggenggam alam raya ini, Allah yang mengetahui nasib tiap manusia, yang menjadikan kematian dan kehidupan manusia. Ketiga pemuda tersebut sepakat untuk bertawasul kepada Allah dengan amal kebaikan yang pernah mereka lakukan masing-masing.

Pemuda pertama berdoa: “Ya Allah, aku pernah berbuat amal kebaikan terhadap ibu-bapakku yang sudah sangat tua. Aku adalah penggembala yang tinggal bersama istri, anak dan kedua orang tuaku. Setiap aku pulang dari gembalaan, selalu aku beri minum susu pada kedua orang tuaku, lalu anak dan istriku. Namun suatu ketika aku terlambat hingga sore hari. Saat aku pulang ternyata kedua orang tuaku sudah tertidur sehingga aku menungguinya sampai bangun pagi hari, aku tidak memberikan susu kepada anakku kecuali kuberikan dahulu kepada orang tuaku meskipun saat itu anakku menangis-nangis di kakiku. Demi Allah, jika Engkau melihat ini sebagai kebaikan maka bukalah pintu goa ini agar kami selamat.

Tiba-tiba pintu itu terbuka sedikit dengan karunia Allah, namun mereka masih belum bisa keluar.

Giliran pemuda kedua berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai gadis layaknya remaja yang mencintai gadis lain, dia adalah anak pamanku. Aku jujur benar-benar cinta padanya. suatu ketika aku mengajak dirinya untuk berbuat bejat namun ia menolaknya kecuali harus membayar seratus dinar. Aku pun berusaha dengan sangat payah untuk mendapatkan uang seratus dinar, dan terkumpulkan. Lalu aku mengajaknya berbuat bejat, namun ketika hendak melakukannya, ia berkata, : “Hai hamba Allah, ingatlah kepada Allah dan bertaqwalah, jangan engkau merenggut kehormatan seseorang kecuali dengan cara yang benar”. Aku tiba-tiba tersadar, aku batalkan dan aku tinggalkan seratus dinar itu padanya. Demi Allah, jika ini Engkau lihat sebagai kebaikan amal, maka bukalah pintu goa ini agar kami bisa selamat.

Tiba-tiba pintu itu terbuka lagi sedikit dengan karunia Allah, namun mereka masih belum bisa keluar.
Akhirnya sampai giliran pemuda ketiga: “Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki banyak pekerja yang bekerja dikebunku, aku berikan upah setiap pekerjaan mereka kecuali ada satu orang yang tidak mengambilnya lalu ia pergi. Lalu aku kembangkan uang upah itu hingga menjadi banyak onta, sapi, kambing dan budak. Suatu ketika pekerja yang satu itu datang dan meminta haknya. Maka aku berikan semua onta, sapi, kambing dan budak hasil upahnya dulu. Lalu ia mengambil semuanya tanpa menyisakan sedikitpun. Akupun membiarkannya. Demi Allah, jika Engkau melihat ini sebagai amal kebaikan, maka bukalah pintu goa ini agar kami selamat.

Tiba-tiba pintu gua itu terbuka dan mereka bisa keluar dengan selamat.

Pelajaran yang dapat diambil :
  1. Allah Maha penggenggam alam semesta, yang menguasai kehidupan dan kematian manusia. Maka setiap nasib buruk dan baik kita hendaknya kita mohonkan kepada Allah.
  2. Berdoa dengan menyebut amal kebaikan kita (bertawasul), dibolehkan secara syar’i.
  3. Berbakti kepada orang tua hendaklah diutamakan dari yang lain. Sesudah bakti kepada Allah dan RasulNya
  4. Setiap perbuatan keji dan zina tidak akan memberikan rasa bahagia dalam hidup
  5. Tunaikanlah amanah tanpa harus meminta upah
Disarikan dari hadits Bukhari nomor 2111 dan Muslim nomor 4926.

Jumat, 01 November 2013

Adab Masuk dan Keluar Masjid


Kesatu:
Bershalawat dan berdoa saat masuk masjid

Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Bila salah seorang di antara kalian hendak masuk masjid hendaknya ia bershalawat atas Nabi dan membaca doa, ‘Yaa Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmatmu.’ Dan, bila keluar hendaknya ia bersalam kepada Nabi lalu mengucapkan, ‘Yaa Allah, sungguh aku mohon karunia-Mu’” (HR. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra bersumber dari Abu Humaid atau Abu Usaid)
MASUK MASJID

DO'A MASUK MASJID 01

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
ALLOHUMMAFTA_HLIII ABWAABA RO_HMATIK
Ya Alloh bukalah bagiku pintu-pintu rohmatmu.
رواه مسلم 1165 والنسائي 721
(HR Muslim no.1165 An-Nasa'y no.721)
& kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 32-33

DO'A MASUK MASJID 02
بِسْمِ اللهِ, وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ,اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ, وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
BISMILLAH, WASSALAAMU 'ALAA ROSUULILLAH, ALLOHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII,
WAFTA_HLIII ABWAABA RO_HMATIK
HR. IBNU MAAJAH NO. 763

Kedua:
Shalat dua rakaat

Dari Abu Qatadah, sahabat Rasulullah, ia mengatakan, “Aku pernah masuk masjid sementara saat itu Rasulullah tengah duduk di hadapan khalayak, lalu aku pun kemudian duduk. Beliau pun berkomentar seraya mengatakan (kepadaku),

مَا مَنَعَكَ أَنْ تَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجْلِسَ
“Apakah gerangan yang menghalangimu untuk melakukan shalat dua rakaat sebelum engkau beranjak duduk?”

Aku pun menanggapi komentar beliau tersebut seraya mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, aku melihat engkau sedang duduk dan demikian pula orang-orang yang berada di sekitarmu, mereka sedang duduk. Beliau kemudian bersabda,


فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ
“ِApabila salah seorang di antara kalian masuk masjid janganlah ia langsung duduk sebelum ia shalat dua rakaat” (HR. Muslim, no.1688)

Namun, jika iqamat telah dikumandangkan atau shalat wajib sedang dilakukan, maka hal tersebut tidak disunnahkan, tetapi yang dituntunkan oleh beliau adalah segera bergabung bersama jamaah untuk melakukan shalat wajib bersama sang imam. Rasulullah bersabda,

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ
“Bila iqamat untuk shalat telah dikumandangkan, maka tak ada shalat selain shalat Wajib” (HR. Muslim, no.1678 bersumber dari Abu Hurairah)

Ketiga:
Menyibukkan diri dengan hal-hal yang akan mendatangkan pahala, seperti shalat sunnah dan berdoa.

Dari Abdullah bin Mughafal, dari Nabi bersabda,

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ لِمَنْ شَاءَ
“Antara dua adzan ada waktu untuk melakukan shalat bagi yang ingin melakukannya” (HR. at-Tirmidzi, No.185 bersumber dari Abdullah bin Mughaffal)

Syaikh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfuri Abul Ala saat memberikan penjelasan hadits ini dalam kitabnya “Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami’ at-Tirmidzi”, beliau mengatakan, sabda beliau, “Antara dua adzan,” yakni: ‘Waktu antara adzan dan iqamah. Sedangkan yang dimaksud shalat yaitu shalat sunnah, seperti yang dikatakan oleh al-Hafizd (Ibnu Hajar al-Atsqalani-ed)’

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
“Doa antara adzan dan iqamah itu tidak akan tertolak” (HR. Ahmad di dalam Musnad, no. 12529 bersumber dari Anas bin Malik)

Keempat:
Bersegera bangkit bila iqamat untuk shalat telah dikumandangkan dan sang imam telah terlihat

Rasulullah bersabda,

إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ تَقُومُوا حَتَّى تَرَوْنِى
“Bila iqamat untuk shalat telah dikumandangkan, maka janganlah kalian berdiri hingga kalian melihat diriku” (HR. Muslim, no. 1395 bersumber dari Abu Qatadah)

Kelima:
Meluruskan dan merapatkan barisan

Rasulullah bersabda,

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
“Lurus dan rapatkanlah barisan kalian karena sesungguhnya lurus dan rapatnya barisan termasuk kesempurnaan shalat (shalat berjama’ah-ed)” (HR. Muslim, no. 1003 bersumber dari Anas bin Malik)

Keenam:
Segera mengikuti gerakan imam

Rasulullah bersabda,

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ. وَإِذَا صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا أَجْمَعُونَ
“Seorang imam itu dijadikan supaya diikuti. Oleh karena itu, bila ia bertakbir maka hendaklah kalian bertakbir, bila ia ruku maka hendaknya kalian rukuk, bila ia mengucapkan,

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya” maka ucapkanlah,

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
“Yaa Allah, Tuhan kami bagi-Mu segala puji. Bila ia shalat dengan berdiri, maka shalatlah dengan berdiri, bila ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk semuanya.” (HR. Muslim, no.962 bersumber dari Abu Hurairah)

Ketujuh:
Berdzikir seusai shalat

Dari Tsauban, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah bila usai shalat beliau beristighfar sebanyak 3x lantas membaca,

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
“Yaa Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha suci Engkau, Tuhan Pemilik keagungan dan kemuliaan.”
Al-Walid berkata, “Aku bertanya kepada imam al-Auza’i, ‘Bagaimanakah istighfarnya?’, ia menjawab,”

تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Engkau mengatakan, ‘Astaghfirullah, astaghfirullah.’” ( HR. Muslim, no. 1362)

Kedelapan:
Menggunakan jari jemari tangan kanan saat berdzikir

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.” (HR. Abu Dawud, no.1502)

Kesembilan:

Bershalawat dan berdoa saat keluar masjid 

DO'A KELUAR MASJID 01

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ.
ALLOHUMMA INNIII AS'ALUKA MIN FADL-LIK
Ya Alloh, Aku mohon keutamaan dariMu
رواه مسلم 1165 والنسائي 721
(HR Muslim no.1165 An-Nasa'y no.721)
& kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 32-33

DO'A KELUAR MASJID 02
بِسْمِ اللهِ, وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ,اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ, وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ
BISMILLAH, WASSALAAMU 'ALAA ROSUULILLAH, ALLOHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII,
WAFTA_HLII ABWAABA FADL-LIK
HR. IBNU MAAJAH NO. 763
Kesepuluh:
Memakai sandal/sepatu dimulai dengan bagian yang kanan terlebih dahulu

Aisyah mengatakan,


كَانَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي طُهُورِهِ وَتَنَعُلِّهِ وَتَرَجُّلِهِ وَ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Adalah Rasulullah suka mendahulukan yang kanan sebisa yang beliau lakukan dalam bersuci, memakai sandal, bersisiran dan dalam segala urusannya.”(HR. an-Nasa’i, no.112)

ADAB MASUK DAN KELUAR DARI KAMAR MANDI/WC


Dalam kehidupan sehari hari kita tentu tak bisa tidak harus ke kamar mandi/wc, baik tujuannya untuk bersuci, membersihkan diri ataupun buang hajat. Maka sudah selayaknya kita memperhatikan sunnah sunnah nabi ketika masuk dan keluar dari kamar mandi, diantaranya:

Membaca Do’a

Kamar mandi/wc adalah tempat tinggal setan. Karena karena itu hendaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan laki laki dan perempuan dengan mengucapkan do’a:

-
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Allahumma inniy a'udzubika minal khubusi walkhobaais
,”se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perem-puan”.
(HR.Ahmad dari Anas bin Malik).

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam jika hendak masuk wc beliau membaca [بِسْمِ اللهِ]
“Dengan nama Allah. Ya Allah” (HR.Ibn Abi Syaibah (29902) dari Anas bin Malik)
Dzikir ini berfungsi untuk menutup aurat manusia dari penglihatan jin.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda:
“Penutup aurat anak Adam dari Pandangan jin ketika ia masuk wc adalah dengan mengucapkan bismillah.” (shahih al-jami’ halaman 675 hadist no:3610)

Masuk Dengan Mendahulukan Kaki Kiri

Karena ia sedang memasuki tempat najis, maka seharusnya ia mendahulukan kaki kiri. Berbeda halnya ketika memasuki tempat yang terhormat dan mulia, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, misalnya masuk ke masjid. Setiap pekerjaan baik dan mulia hendaknya di mulai dengan sebelah kanan. Dan apabila pekerjaan itu sebaliknya, maka di dahului yang sebelah kiri, salah satunya ketika hendak masuk ke kamar mandi/wc.

Jangan Berlama-lama Di Kamar Mandi/wc

Janganlah seseorang berlama lama dalam kamar mandi, usahakan selekas mungkin ia menyelesaikan hajatnya di kamar/mandi. Kalau sudah selesai segeralah keluar dan jangan berlama lama menetap di dalamnya. Karena kamar mandi/wc adalah tempat setan dan kotoran sehingga tempat seperti itu tidak di anjurkan untuk berlama lama berada di situ.

Keluar Dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Sebab sebelah kanan selalu di dahulukan dalam melakukan setiap perkara yang baik. Keluar dari kamar mandi/wc berarti berpindah dari tempat yang kotor ke tempat yang bersih. Oleh karena itu mendahulukan kaki kanan ketika keluar.

Bacalah Do’a Ketika Keluar Dari Kamar Mandi/wc

Yaitu do’a yang pernah di ucapkan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika keluar dari wc yaitu:

غُفْرَانَكَ
Ghufroonaka
“Aku minta ampun kepadaMu” (HR.Ahmad (VI/155), Abu Dawud (30), An-Nasaa’I dalam kitab Al-Kubra (9907), At Tirmidzi (7), dan ia menghasankan hadist ini, Ibn Majah (300), Ibnu Hibban (1441) Ihsaan, Al-Hakim (I/158), Ad-Daarimi (I/174), Ibn Jaaruud (42), Al_Bukhari dalam Adabul Mufraad (693/97), Ibnu As-Sunni (23), dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Semoga manfaat untuk kita semua.